Empat Karakter Manusia

on Kamis, 23 Januari 2014
AR-RIJALU ARBA’ATUN :
1. ROJULUN YADRI WA YADRI ANNAHU YADRI, FADZALIKA ‘ALIMUN FATTABI’UHU.
رجل يدري ويدري أنه يدري, فذلك عالم فاتبعوه
2. ROJULUN YADRI WA LA YADRI ANNAHU YADRI, FADZALIKA NA-IMUN FAIYQODHUHU.
رجل يدري ولا يدري أنه يدري, فذلك نائم فأيقظوه
3. ROJULUN LA YADRI WA YADRI ANNAHU LA YADRI, FADZALIKA MUSYTARSYIDUN FA-ARSYIDUHU.
رجل لا يدري ويدري أنه لا يدري, فذلك مسترشد فأرشدوه
4. ROJULUN LA YADRI WA LA YADRI ANNAHU LA YADRI, FADZALIKA JAHILUN FARFUDLUHU.
رجل لا يدري ولا يدري أنه لا يدري, فذلك جاهل فارفضوه



Syekh Al Kholil ibn Ahmad membagi karakter manusia menjadi empat macam.
  1. Pertama, rojulun yadri wa yadri annahu yadri fabidzalika ‘alimun tattabi’uhu, yaitu manusia yang mengerti dan dirinya mengerti kalau ia mengerti. Ia adalah manusia yang memiliki ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ciri manusia seperti ini adalah selalu bekerja dengan landasan istiqomah dan ikhlas.
  2. Kedua, rojulun yadri wa la yadri annahu yadri, fabidzalika naimun fa aiqidzuhu, manusia yang mengerti namun tidak mengerti kalau dirinya mengerti, seperti orang yang sedang tidur. Manusia yang berkarakter seperti ini adalah manusia yang tidak konsisten dengan apa yang diucapkan atau yang dipahaminya. Kata-katanya (yang baik) tidak sama dengan perilakunya (yang buruk). Umar ibn al Khottob pernah berkata ” aqwa ma akhofu ‘inda hadzihi ummati minal dajjal al munafiq al ‘alim“ yang artinya: ”yang paling saya takuti pada ummat ini daripada dajjal adalah orang munafik yang pintar atau alim, ”  atau secara mudah dapat dikatakan sebagai ”orang yang berbuat jahat dengan memelintir dalil agama.”
  3. ketiga adalah rojulun la yadri wa yadri annahu la yadri, fa bidzalika mustarsyidun fa arsyiduhu. Manusia yang tidak mengerti namun ia tahu kalau dirinya tidak mengerti. Manusia model ini relatif baik, karena orang-orang yang selalu ingin belajar untuk lebih mengerti adalah manusia yang memiliki sifat selalu ingin memperbaiki diri. Inilah orang-orang yang cerdas-al kayyis- yaitu orang-orang yang tidak melakukan sesuatu perbuatan kecuali telah jelas halal atau haramnya. Manusia model ini adalah manusia yang selalu terikat dengan syara’. Apa yang dimakan, dipakai dan yang dijkerjakan selalu terukur dan berlandaskan pada hukum Tuhan.
  4. keempat, adalah rojulun la yadri wa la yadri annahu la yadri, fabidzalika jahilun fatrukuhu, manusia yang tidak mengerti kalau dirinya tidak mengerti, inilah manusia bodoh. Karena orang-orang seperti ini biasanya tidak mau belajar dan tidak mau peduli dengan hukum-hukum. Mereka termasuk manusia-manusia yang selalu mengedepankan syahwat (nafsu) dunia semata.

0 komentar:

Poskan Komentar

Matur Nuwun alias Terima Kasih anda mau ngasih Komentar...
Silahkan Tulis Komentar ... Bebas tapi yang sopan ya... Monggo...... monggo........
KAMI AKAN MENGHAPUS KOMENTAR - KOMENTAR YANG TIDAK PANTAS.......!!!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...