PEMBENARAN DIRI

on Rabu, 16 Oktober 2013
Setiap orang, pada diri pribadi kita pasti memliki semacam perasaan yang disebut dengan “Pembenaran Diri”. Apa maksud dari “Pembenaran Diri” ? Walaupun sedikit, seseorang pasti punya perasaan kalau dirinya adalah yang paling benar. Coba di garis bawahi “Walaupun sedikit” Sebenarnya pengertian dari pembenaran diri tidak bisa dituliskan secara gamblang. tapi lebih enak untuk dimengerti
Sekarang yang perlu kita pertanyakan, apakah Pembenaran diri itu benar atau salah ? dan perlukah seseorang mencari sumber kebenaran ? Saat mengikuti sebuah diskusi, rapat, memberikan pendapat, adalah hal-hal yang memicu otak kita dan tindakkan kita untuk melakukan pembenaran diri. Karena pada saat itu kita menginnginkan adanya pengakuan atas apa yang kita lakukan dengan berbagai cara. Dan di sinilah terjadi berbagai macam konflik antar personal
Dengan terjadinya proses mencari pembenaran diri, disaat itu juga otak kita bekerja keras untuk mencari sumber kebenaran atas pernyataan kita. Walaupun setelah di telaah lebih lanjut, apa-apa yang kita lakukan tidak selamanya benar.
Bagaimanakah sikap seseorang yang melakukan pembenaran diri ?

Memberikan sebuat pendapat, melakukan hal-hal yang kita inginkan, sudah menjadi bagian dari hidup kita. Dan pasti kita selalu berusaha agar apa-apa yang kita lakukan baik dimata orang lain. Sekali kita mendapatkan apa yang namanya sebuah pembenaran, kita akan selalu mencari pembenaran-pembenaran lain. Hal itu akan semakin membuat kita memiliki perasaan kalau kitalah yang paling benar “Aku selalu benar, aku tidak pernah melakukan kesalahan”. Dan pada akhirnya sifat sombonglah yang akan menguasai pribadi kita. jika boleh dinamakan ini adalah  “racun pemikiran”. Karena dengan begitu tidak akan ada lagi rasa penghormatan terhadap orang lain.
Dan apakah kita perlu mencari sumber pembenaran ?
Perlu! Kenapa aku katakan perlu ? karena pada dasarnya kita tidak ingin menjadi orang yang selalu menurut dengan perkataan orang lain. Carilah sebuah pembenaran dari apa yang kita nyatakan. Tentu saja sebuah pembenaran dengan dalil-dalil yang tepat, bukan dalil-dalil yang di ada-adakan untuk mendukung pernyataan kita. Pembenaran dengan sebuah keberanan yang dapat dibuktikan, bukan pembenaran omong kosong belaka. Yang perlu dicermati disini adalah cara kita mencari sumber pembenaran, dan sikap kita jika sudah menemukan sumber pembenaran tersebut.
Lakukan pembenaran diri secara tepat, dan temukan sumber kebenaran yang tepat. Jika ada sebuah kesalahan pada diri kita, lakukan Introspeksi diri

0 komentar:

Poskan Komentar

Matur Nuwun alias Terima Kasih anda mau ngasih Komentar...
Silahkan Tulis Komentar ... Bebas tapi yang sopan ya... Monggo...... monggo........
KAMI AKAN MENGHAPUS KOMENTAR - KOMENTAR YANG TIDAK PANTAS.......!!!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...