KHUTBAH IDUL ADHA 1433 H/2012 M DI KAMPUS AL-ZAYTUN ( Syekh Panji Gumilang )

on Sabtu, 27 Oktober 2012


KHUTBAH IDUL ADHA 1433 H/2012 M
DI KAMPUS AL-ZAYTUN
Pada tarikh 10 Dzul Hijjah 1433 H / 26 Oktober 2012 M

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

- الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم، مالك يوم الدين.
- والحمد لله الذى خلق السموات والأرض وجعل الظلمات والنور.
- والحمد لله الذى أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا.
- والحمد لله الذى له ما فى السموات والأرض وله الحمد فى الأولى وفى الأخرة وهو الحكيم الخبير.
- والحمد لله الذى هدانا لهذا وما كنا لنهتدى لو لا أن هدانا الله
- أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
- وصلى الله وسلم وبارك على نبينا ومولانا محمد رسول الله وخيارته من خلقه خاتم النبيين وأشرف المرسلين وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
- وصلى الله على نبينا كلما ذكره الذاكرون وغفل عن ذكره الغافلون.
- وصلى الله عليه فى الأولين والأخرين أفضل وأكثر وأزكى ما صلى على أحد من خلقه, وزكانا وإياكم بالصلاة عليه و أفضل ما زكى أحدا من أمته بصلاته عليه.
- أما بعد, فيا عباد الله أوصيني وإياكم بتقوى الله فقد فاز من اتقى, وأحثكم على طاعته لعلكم تفلحون.

- الله أكبر، الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر، الله أكبر
- لا إله إلا الله والله أكبر، ولله الحمد


Pada kesempatan Idul Kurban tahun ini, 1433 H/26 Oktober 2012 M, saya mengajak semua kita, untuk lebih mengenali diri secara mendalam. Agar dapat lebih mengenal Tuhan dan bertakwa kepadaNya, dengan sebenar-benar takwa.
Dalam Ajaran Ilahi tentang penciptaan, memberikan kepada manusia tempat mulia dalam alam semesta. Manusia diperintahkan memenuhi bumi dan menguasainya.

a. Dalam hal alam semesta, sesungguhnya manusia adalah bagian dari alam ini. Manusia adalah debu dan diciptakan dari debu tanah. Secara biologi dan badania manusia mempunyai banyak kesamaan dengan binatang. Semuanya itu nampak jelas dalam banyak segi hidup manusia. Manusia sebagai onggokan daging adalah lemah, dan bergantung pada belas kasihan Allah Swt. seperti semua makhluk lainnya. Bahkan dalam memanfaatkan alam untuk melayani hajat kebutuhannya, manusia harus melayani alam ini, harus menjaganya, dan mengolahnya untuk mencapai tujuannya. Manusia tunduk kepada hukum-hukum yang sama, seperti kaidah alam, dan manusia dapat terpesona di tengah-tengah keagungan dunia yang menjadi tempat hidupnya.
Alam ini bukanlah melulu suatu kerangka atau latar belakang yang netral bagi hidup manusia. Antara alam dan manusia ada ikatan-ikatan yang sangat mendalam dan rahasia. Alam dapat digambarkan bersuka ria, berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang menuju kepada keselamatan manusia, sementara alam ini juga menikmati pemulihannya. Dipihak manusia ada simpati naluriah terhadap alam, dan manusia harus menjunjung tinggi hukum-hukum alam, harus mengakui kenyataan ketergantungannya pada alam, dan harus membanting tulang untuk mendapat makanan yang dibutuhkannya dari alam sekitarnya supaya ia dapat hidup, juga hal-hal yang dapat memperkaya kebudayaannya.


b. Namun manusia tidak bisa mendapat makna sebenarnya dari hidup dalam alam yang dilukiskan tadi. Binatang-binatang tidak dapat menjadi penolong yang layak baginya. Manusia mempunyai sejarah dan masa depan yang harus disempurnakan, unik ditengah-tengah makhluk dan ciptaan lainnya. Manusia diciptakan Allah sebagai khalifahNya di bumi, tergambar dalam kekuasaan manusia atas dunia ini, atau dalam daya pikirnya.
Tatkala Allah menciptakan manusia, Ia mengambil sikap dan perhatian yang sangat khusus dan mendalam terhadap manusia itu. Dan cara pendekatanNya ialah melibatkan diriNya dalam hubungan yang lebih erat dengan manusia cipataan-Nya itu, dibandingkan dengan semua cipataan lainnya. Manusia dimampukan menanggapi ucapan Allah Swt. yang penuh kasih sayang, dengan kasih sayang pribadi dan kepercayaan. Hanya dalam jawaban kasih sayang pribadi dan kepercayaan demikianlah manusia bisa menjadi “apa sebenarnya dia”.
Petunjuk/hidayah Ilahi yang olehnya manusia hidup, menempatkan manusia dalam suatu hubungan yang meninggikan dia diatas semua ciptaan lain di sekelilingnya, dan mengaruniakan kepadanya martabat sebagai makhluk Allah, yang diciptakan menurut citra Ilahi dan memantulkan kemuliaan Ilahi. Manusia memiliki martabat ini bukan sebagai perseorangan yang terisolir dihadapan Allah, melainkan hanya jika ia berada dalam hubungan yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang terhadap sesama manusia dan makhluk lainnya. Hanya bila ia berada di tengah-tengah lingkungan keluarganya dan dalam hubungan sosialnya, ia betul-betul memantulkan citra Ilahi.

c. Struktur diri manusia itu adalah satu kesatuan daripada: jasad/badan/daging, jiwa, dan roh, yang tidak terpisah-pisahkan.
Jiwa boleh jadi menekankan unsur perseorangan dan kuasa hidup manusia itu, dengan penekanan pada hidup batiniah, perasaan dan kesadaran dirinya. Badan, dipakai untuk penekanan kaitan sejarah dan lahiriah yang mempengaruhi hidupnya. Tetapi jiwa ialah jiwa, yang memang harus menyatu dengan badannya, dan demikian juga sebaliknya. Manusia juga mempunyai hubungan dengan Roh Allah, sehingga dia sendiri mempunyai roh, tetapi sekalipun demikian manusia tidak dapat disebut suatu roh, dan roh juga tidak dapat dianggap sebagai unsur ketiga dari diri manusia.
Manusia sebagai jasad/badan/daging, ialah manusia dalam hubungannya dengan dunia alam dan dengan umat manusia sebagai keseluruhan, tidak hanya dalam kelemahannya, tapi juga dalam kedosaannya dan kekufurannya terhadap Allah.
Segi-segi khusus atau fungsi tertentu dari manusia, yakni dorongan emosi dan perasaan, dianggap bersumber (dalam arti sebenarnya maupun kiasan) dari organ-organ badan seperti jantung, hati buah pinggang (ginjal), dan usus perut. Begitu juga darah, dianggap sebagai pusat kehidupan atau jiwa, dan khusus jantung dianggap sebagai pusat sejumlah besar kegiatan jiwa manusia, seperti kehendak, budi dan perasaan, yang merupakan segi batiniah yang tersembunyi, dalam kata lain pikiran, hati, suara hati, hati nurani. Dalam diri manusia yang satu itu, terdapat perbedaan antara manusia batiniah dan manusia lahiriah, tapi kedua segi yang berbeda ini tidak dapat dipisahkan dari manusia yang satu itu.

d. Dalam perjalanannya manusia dapat terjerumus kedalam dosa, kejahatan, kesalahan, oleh sebab penolakan manusia terhadap petunjuk Ilahi, menolak pernyatuan langkah pada jalan yang diridlai Ilahi untuk menyempurnakan tujuan ketika ia diciptakan. Manusia seperti itu selalu berusaha mencari pembenaran akan keberadaannya hanya dari dalam dirinya sendiri.
Manusia yang terjerumus dalam dosa, tidak berusaha hidup dalam keterikatan yang benar dengan Ilahi dan dengan persekutuan/persahabatan yang akrab dengan sesama manusia, dimana ia dapat memantulkan citra kemanusiaan yang adil dan beradab, yang berarti juga memantulkan citra kemuliaan Tuhan YME, yaitu Allah Swt.
Manusia yang terjerumus dalam dosa, selalu berusaha memaknai hidupnya melulu dalam hubungannya dengan dunia ciptaan ini, dalam arti alam sekitarnya. Akibatnya ialah: hidupnya ditandai dengan perbudakan, permusuhan, kelemahan dan kegagalan, ia sedemikian busuk dan jahat dalam tindakan, pikiran, dan hatinya; sehingga ia memutar balikkan kebenaran Ilahiah dan menjadi pendusta.

e. Kendati manusia telah terjerumus dalam dosa, manusia menurut janji Tuhan YME masih harus dipandang sebagai ciptaanNya yang terbaik sebagai citra Tuhan YME. Ketidaksetiaan manusia kepada Tuhan YME tidak dapat membatalkan kesetiaan Tuhan kepada manusia. Maka dihadapan Tuhan YME, manusia dari segi hidup perseorangan maupun dari segi hidup bersama, dipandang jauh lebih bernilai dari seluruh alam.
Tuhan YME memberi kepada manusia tujuan hidupnya yang sesungguhnya. Dengan iman kepada Tuhan YME, manusia yang terjerumus dalam dosa akan mendapati dirinya sedang diubah menjadi serupa dengan fitrahnya, maupun kemuliannya. Dalam iman kepada Tuhan YME, maka manusia
harus menanggalkan “manusia lama” (yang terjerumus dalam dosa). Kehidupan bergelimang dosa berarti mencoreng fitrah dan merusaknya, diubah menjadi kehidupan iman yang berarti mempertahankan fitrah kemanusiaan yang adil dan beradab. Hakekat manusia dan kemanusiaannya yang adil dan beradab itu tercermin dalam gelora jiwa yang penuh syukur dan iman kepada Tuhan YME dan terwujud dalam berbagai perbuatan baik yang menekankan kepada hubungan saling menolong antara sesama manusia sebagai hakikat dari kodrat manusia. Itulah bentuk kembali kepada Tuhan bertobat kepada Tuhan atau menebus dosa-dosa kepada Tuhan YME.
Setelah kita mengupas barang sedikit tentang pengenalan diri tentang manusia sebagai ciptaan Tuhan, kaitannya: manusia dan alam, tujuan manusia, struktur manusia, keterjerumusan manusia dalam dosa, manusia dan fitrahnya, mari kita kenali Bapak-Bapak Leluhur manusia dari periode ke periode, sejak diproklamirkan oleh Tuhan, bahwa Tuhan mencipta manusia sebagai khalifahNya. Manusia khalifah Tuhan ini tentunya adalah manusia yang berperadaban, karena berfungsi sebagai khalifah Tuhan di bumi.
Bapak-Bapak Leluhur umat manusia berperadaban dapat digolongkan dalam beberapa periode, dimulai dari sejak Nabi Adam As. sampai dengan periode-periode sesudahnya.
Pertama: Periode Bapak-Bapak Leluhur Kuno.
Dimulai dari Adam As. yang memperanakkan Qobil/Kain (قايين), Habil (هابيل), dan Set/Sesy (شيت). Dari putra Adam As. yang bernama Set (شيت) inilah kemudian lahir beberapa generasi sampai kepada Nabi Nuh As. yakni kalau diurai silsilahnya adalah sbb: Adam As. berumur 930 tahun, memperanakkan Set (شيت) berumur 912 tahun, memperanakkan Enos (آنوس ( berumur 905 tahun, memperanakkan Kenan (قينان) 910 tahun, memperanakkan Muhalaleel (مهللئيل) 895 tahun, mempernakkan Yared (يارِد) 960 tahun, memperanakkan Henokh (أخنوخ) 365 tahun, memperanakkan Matusaleh (متوشالحً) 969 tahun, memperanakkan Lamekh (لامخ) 777 tahun, memperanakkan Nuh As.. Dari Adam As. hingga Nuh As. berjarak ± 2000 tahun.
Kedua: Periode Bapak-bapak Leluhur di hitung sejak Nuh As. sampai dengan Ibrahim As..
Putra-putra Nuh As. adalah Sam (سام), Ham (حام), dan Yafet (يافت).
Setelah penghuni bumi tersapu oleh banjir bandang yang memusnahkan umat manusia, maka perkembangan penduduk bumi dimulai kembali dari tiga putra turunan Nuh As. Silsilahnya diambil dari Sam (سام) putra Nuh As, yang kemudian melahirkan turunan selanjutnya sampai kepada Ibrahim As., yakni:
Nuh As. 950 tahun memperanakkan Sam (سام), memperanakkan Arpakhsad (آرفكشاد), memperanakkan Selah (شالح), memperanakkan Eber (عابر), memperanakkan Peleg (فالج), memperanakkan Rahu (رعو), memperanakkan Serug (سروج), memperanakkan Nahor (ناحور), memperanakkan Terah (تارح), memperanakkan Ibrahim (ابرام/ابرهيم). Dari Nuh As. sampai dengan Ibrahim As. berjarak ± 2000 tahun.
Ketiga: Periode ini terhitung dari Bapak-bapak Leluhur, Ibrahim As. sampai dengan Isa Almasih As.
Ibrahim As. mempunyai 3 istri, yaitu Sara (سارة), Hajar (هاجر), dan Keturah (قطوره).
Periode Ketiga ini dirunut silsilahnya dari keturunan Ibrahim As melalui istrinya Sara (سارة), yakni: Ibrahim As. 175 tahun, memperanakkan Ishak, memperanakkan Yakub (يعقوب / اسرائيل), memperanakkan Yahuda (يهودا), memperanakkan Peres (فارص), memperanakkan Hazron (حصرون), memperanakkan Ram (ارام), memperanakkan Aminadab (عميناداب), memperanakkan Nahason (نحشون), memperanakkan Salmon (سلمون), memperanakkan Boas (بوعز), memperanakkan Obed (عبيد), memperanakkan Isai (ايسع/يسى), memperanakkan Daud (دود), memperanakkan Salomo (سليمان), memperanakkan Rehabean (رحبعام), memperanakkan Abia (ابيا), memperanakkan Asa (اسا), memperanakkan Yosafat (يوشفاط) memperanakkan Yoram (يورام), memperanakkan Uzia (عزيا), memperanakkan Yatam (يوثام), memperanakkan Ahaz (احاز), memperanakkan Hizkia (خزقيا), memperanakkan Manasye (منسى), memperanakkan Amon (امون), memperanakkan Yosia (يوشيا), memperanakkan Yekhonya (يكنيا), memperanakkan Sealtael (شآلتئيل), memperanakkan Zerubabel (زروبابل), memperanakkan Abehud (ابيهود), memperanakkan Elyakim (آلياقيم), memperanakkan Azor (عازور), memperanakkan Zodak (صادوق), memperanakkan Akhim (اخيم), memperanakkan Eliud (آليود), memperanakkan Eliazar (اليعازر), memperanakkan Matan (متان), memperanakkan Ya’kub (يعقوب), memperanakkan Yosef (يوسف) suami daripada Mariam (مريم) ibunda Isa Almasih (عسى المسيح) المسيح عسى بن مريم.
Dari Ibrahim As. sampai dengan المسيح عسى بن مريم ± 2000 tahun.
Keempat: Adalah lanjutan daripada periode-periode sebelumnya, yang telah diproklamirkan oleh Isa As. kepada Bani Israel yang termaktub didalam QS: 61/6; Dan tatkala Isa putra Maryam berkata: Wahai Bani Israel sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, dengan membenarkan kitab yag telah turun sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad. Selanjutnya uraian daripada Nabi yang bernama Ahmad dijelaskan didalam QS: 48/29; Muhammad itu adalah utusan Allah. Muhammad Saw. utusan Allah inilah yang kemudian lahir pada 20 April 571 M / 9 Rabiul Awal tahun Fil ke 1.
Nabi Muhammad Saw., bukan keturunan daripada bani Israel melainkan keturunan daripada bani Ismail bin Ibrahim As. Dalam riwayat Ismail bin Ibrahim As. adalah nenek ke-30 kepada nabi Muhammad Saw. Sekalipun yang selalu diriwayatkan dalam sejarah hanya sampai kepada nenek ke-21. Silsilahnya adalah Muhammad Saw. bin Abdullah bin Abd Muththalib (عبد المطلب) bin Hasyim (هاشم) bin Abdu Manaf (عبد مناف) bin Qushayi (قصى) bin Kilab (كلاب) bin Murrah (مرّة) bin Kaab (كعب) bin Lu ayi ( لؤيّ) bin Ghalib (غالب) bin Fihir (فهر) bin Malik (ملك) bin Nadlor (نظر) bin Kinanah (كنانه) bin Khuzaimah (خزيمة) bin Mudrikah (مدركة) bin Ilyas (الياس) bin Mudhor (مظر) bin Nizar (نزار) bin Ma’ad (معاد) bin Adnan (عدنان) bin Udad (عدد), dan terus menyambung ke atas kepada Ismail As bin Ibrahim As.. Rasulullah Muhammad berumur lebih dari 60 tahun.
Para leluhur umat manusia yang diuraikan tadi diantara mereka adalah para nabi Allah mahupun rasul utusanNya yang menyebarkan ajaran Ilahi, yang intinya adalah menegakkan ajaran Ilahi berupa Agama dan mengajak untuk tidak berpecah belah atas nama Agama, maupun perselisihan atas nama Agama, dan terus mengajak ummat manusia untuk selalu mendapatkan Rahmah, Kasih Sayang, dan BerkatNya.
Para Nabi dan Rasul utusan Allah, ada yang tampil sebagai pemimpin umat manusia, penyelamat umat manusia dan alam lingkungannya dari kepunahan, pemimpin exodus bangsanya dari sebuah Negara ketempat leluhurnya demi menghindari perbudakan dan menjadikan bangsanya sebagai pengabdi kepada Allah swt, menjadi panutan utama para orang beriman, yang kesemua mereka digolongkan orang yang penuh kesabarannya yang mempunyai kemauan kuat dan teguh hati menghadapi segala halangan dan rintangan dalam menjalankan tugasnya, dan terus berjuang dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan. Para Rasul utusan Allah yang seperti ini termasuk kelompok ulul azmi, adalah para Rasul Allah yang terkenal kesabaran dan ketabahannya dalam menjalankan tugas, sehingga kesabaran mereka dipuji oleh Allah swt dan dijadikan sebagai contoh kesabaran yang baik, hal itu ditegaskan oleh Allah dalam QS 46/35 yang artinya : Maka bersabarlah kamu seperti para Rasul Allah ulul azmi yang telah bersabar. Para Rasul Allah yang termasuk ulul azmi adalah Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as, dan Muhammad saw.
Nama lima person Rasul Allah tersebut secara eksklusif disebut oleh Allah swt dalam QS 33/7 : Dan ketahuilah ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil perjanjian yang teguh.
Selanjutnya disebut dalam QS 42/13, sebagai berikut : Dia telah mensyareatkan bagi kamu (Muhammad) tentang ajaran Agama, sebagaimana telah diwasiatkanNya kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : tegakkanlah agama, dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.

- اللهم صل على محمد وسلم ورضى الله تعالى عن كل صحابة رسول الله أجمعين والحمد لله رب العالمين.
- اللهم أنت السلام، ومنك السلام، وإليك يعود السلام، فحينا ربنا بالسلام، وأدخلنا الجنة دار السلام، تباركت ربنا وتعاليت يا ذا الجلال والإكرام.
- اللهم رحمتك نرجو فلا تقلنا إلى أنفسنا طرفة عين وأصلح لنا شؤوننا كلها لا إله إلا أنت.
- اللهم اجعلنا من المتقين الأبرار وأسكنّا معهم فى دار القرار, دار السلام ودار الإسلام للأبرار.
- اللهم وفقنا بحسن الإقبال عليك والإصغا إليك ووفقنا للتعاون فى طاعتك والمبادرة إلى خدمتك وحسن الأداب فى معاملتك والتسليم لأمرك والرضا بقضائك والصبر على بلائك والشكر لنعمائك واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات برحمتك يا أرحم الراحمين وصلى الله على محمد وأله أجمعين.
- اللهم إنا نعوذ بك من الهم والحزن ونعوذ بك من العجز والكسل ونعوذ بك من البخل والجبن ونعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال.
- اللهم نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى
- اللهم اغفر لنا وارحمنا واهدنا وعافنا وارزقنا رزقا حلالا طيبا
- اللهم إنا نعوذ بك من زوال نعمتك وتحول عافيتك وفجأة نقمتك وجميع سختك.
- اللهم إنا نعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا يسبع ومن دعوة لا يستجاب لها يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك.
- اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول وعمل ونسألك من الخير كله عاجله وأجله وما علمنا منه وما لم نعلم ونعوذ بك من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الأعداء.
- اللهم أت أنفسنا تقواها وزكها, أنت خير من زكاها, أنت وليها ومولاها.
- اللهم لك أسلمنا وبك آمنا وعليك توكلنا وإليك أنبنا وبك خاصمنا.
- اللهم إنا نعوذ بعزة لا إله إلا أنت. أنت الحى الذى لا يموت والمخلوق كله يموت.
- اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات.
- ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم.
- ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار.
- سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

هذا والله يرعانا ويحفظنا والحمد لله رب العالمين

Al-Zaytun, 10 Dzulhijjah 1433 H
26 Oktober 2010 M

Abdussalam Panji Gumilang
Syaykh al-Zaytun



0 komentar:

Poskan Komentar

Matur Nuwun alias Terima Kasih anda mau ngasih Komentar...
Silahkan Tulis Komentar ... Bebas tapi yang sopan ya... Monggo...... monggo........
KAMI AKAN MENGHAPUS KOMENTAR - KOMENTAR YANG TIDAK PANTAS.......!!!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...